HP di penjara? Biasa ah…
Kasus Artalyta Suryani dan Urip Tri Gunawan masih hangat dibicarakan, terlebih lagi setelah terbukanya percakapan telepon mereka berdua sementara mereka sudah berada di hotel prodeo. Satu bahan perbincangan yang mencuat dari kasus itu adalah bagaimana mungkin seseorang yang berada di penjara, yang seharusnya terisolasi dari dunia luar, bisa memegang telepon seluler? Bantahan segera keluar dari Bareskrim POLRI dan manta kepala rutan Bareskrim Polri tempat Artalyta ditahan (Kompas, 18 Juli 2008). Tapi, apa benar mungkin seorang tahanan memegang telepon seluler? Pertanyaan tersebut akan saya jawab melalui pengalaman saya berikut.
Saya memiliki seorang teman yang merupakan anak dari seorang terdakwa kasus korupsi BNI tahun 2003. Saat itu saya tahunya bahwa seorang tahanan tidak mungkin memiliki telepon seluler, tetapi kenyataannya adalah teman saya bisa bebas berhubungan, baik melalui telepon ataupun SMS, dengan ayahnya kapan saja tanpa ada batasan waktu. Tidak hanya itu, ayah teman saya itu bisa membelikan telepon seluler merek terbaru untuk teman saya. Bahkan, menurut teman saya, untuk membeli pulsa ayahnya biasa minta tolong kepada sipir penjara.
Jadi, bagaimana komentar anda?

hmmm… mungkin yang lebih sulit itu memasukan hape ke dalam celana bro. karena kalo ada telpon dan vibrate agak sulit bedirinya.
yah…jgnkn bw hp y boo…tu si artalyta aja d pnjara msh bs dandan abis…psti ada salon all treatment dech d penjara…hehehe…
Duh, bukan berdiri malah jadi kejang-kejang lagi nanti…hehehe
Jadi inget artis yang ngerencanain pembunuhan yang dulu itu… (lupa namanya). Dipenjara jadi tambah kinclong dan bisa pasang behel juga…hehehe