Dua sisi listrik tanpa kabel
Dalam Koran Tempo tanggal 25 Agustus 2008, terdapat sebuah artikel yang menarik tentang listrik tanpa kabel. Dalam artikel tersebut, dijelaskan bahwa perkembangan teknologi terbaru telah memungkinkan perlengkapan listrik dapat menyala tanpa menggunakan kabel. Hal ini bisa dilakukan menggunakan bukan tanpa listrik, akan tetapi listrik tidak melalui kabel, melainkan melompat dari kumparan yang akan menghasilkan medan elektromagnet yang berfungsi sebagai pemancar. Kemudian, dari kumparan pemancar tersebut akan memancarkan frekwensi tertentu yang kemudian akan beresonansi dengan kumparan penerima. melalui resonansi tersebutlah listrik melompat dari kumparan pemancar ke kumparan penerima. Meskipun sudah pernah diujicobakan, teknologi ini belum bisa diaplikasikan karena masih membutuhkan lebih banyak penelitian. Jika sudah diaplikasikan, maka perangkat-perangkat elektronik bisa sangat mobile karena tidak membutuhkan kabel. Bahkan, telepon seluler ataupun laptop tidak lagi perlu di-charge.
Meskipun hidup akan sangat mudah jika teknologi ini diaplikasikan, teknologi ini tampaknya bisa disalahgunakan sebagai senjata yang mematikan.
Dalam teori frekuensi, dua benda yang memiliki frekuensi yang sama akan beresonansi, atau bisa saling menggetarkan. Hal ini seperti yang terjadi jika seorang penyanyi seriosa dapat mengeluarkan suara yang sangat tinggi bisa memecahkan kaca di sekitarnya. Hal ini terjadi karena suara penyanyi tersebut beresonansi dengan frekuensi alami kaca. Teori resonansi inilah yang digunakan oleh listrik tanpa kabel, kumparan pemancar dan penerima memiliki frekuensi yang sama sehingga listrik bisa melompat.
Sebagaimana kaca, tubuh manusia memiliki frekuensi alami, bahkan tubuh manusia juga menyimpan listrik. Hal ini lah yang bisa menjadi sisi gelap teknologi terbaru ini. Dengan menciptakan pemancar yang memiliki rentang frekuensi yang sama dengan frekuensi alami tubuh manusia, maka listrik akan melompat ke tubuh manusia. Dengan demikian, nantinya teknologi ini bisa memungkinkan munculnya senjata baru yang bisa sangat mematikan. Bahkan, dengan manggunakan pemancar yang memancarkan frekuensi menyebar 360 derajat, maka senjata pemusnah massal pun bisa diciptakan. Hanya saja, untuk dapat langsung membunuh akan dibutuhkan listrik bertegangan tinggi, sehingga alat yang digunakan (paling tidak untuk saat ini) akan membutuhkan sumber tenaga seperti generator.
Meskipun mungkin, masih dalam waktu yang sangat lama senjata semacam ini bisa diterapkan. Untuk bisa sebatas sebagai charger alternatif laptop/telepon seluler saja diperkirakan baru bisa diaplikasikan pada tahun 2050.
~ oleh gntong di/pada Selasa, 26 Agustus 2008.
Ditulis dalam Information and News, Opini
Tag: Listrik, teknologi

Sepertinya teknologi ini telah dan sedang di kembangkan oleh INTEL Corp. (beritanya beberapa hari lalu muncul di TV). Jadi nanti kedepannya ngecarge HP dan komputer nggak perlu power cord.
Semoga teknologi ini akan dimanfaatkan untuk kebaikan….
Wah, bisa juga tuh buat stun gun jarak jauh…