ANARKIS = IDIOT

Selasa yang lalu, sebagaimana luas diberitakan, demonstrasi anarkis terjadi di Senayan. Dalam demonstrasi yang katanya menuntut membatalkan kenaikan harga BBM tersebut, pagar gedung DPR dirusak, sebuah mobil plat merah dibakar, serta beberapa mobil patroli polisi hampir dibakar. Dari demonstrasi tersebut, polisi akhirnya menangkap beberapa orang yang banyak diantaranya bukan mahasiswa, bahkan sebagian besar mereka adalah remaja belasan tahun (Kompas, 25 Juni 2008 hal. 1). Lalu, rabu kemarin (25/6) polisi akhirnya berhasil membekuk dua orang provokator yang menurut kesaksian beberapa mahasiswa yang ditangkap polisi membagikan uang lima juta rupiah kepada sejumlah demonstran (Kompas, 26 Juni 2008 hal. 25). Pada rabu malamnya, pos polisi Bundaran Senayan dicoret dan CCTV di pos tersebut juga dirusak oleh massa yang datang dengan dua bus.

Demonstrasi AnarkisMelihat demonstrasi belakangan ini yang anarkis, baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun yang diboncengi oleh oknum lain seperti yang terjadi hari selasa, saya hanya mampu mengelus dada dan mengumpat dalam hati terhadap mereka karena mereka itu BODOH dan IDIOT. Ya, kira-kira dua kata makian itu yang cocok untuk mereka, terutama jika mereka adalah mahasiswa yang seharusnya adalah agen perubahan yang intelek, bukan agen kekerasan yang IDIOT. Ada beberapa hal yang membuat mereka tampak idiot untuk saya, yaitu tuntutan mereka yang muluk, aksi sok jago mereka yang irasional, idemokratis (kata bentukan saya untuk ‘tidak demokratis’) dan bertentangan dengan tuntutan mereka, serta kepengecutan mereka. Saya akan menjelaskan poin-poin tersebut dengan contoh kasus demonstrasi-demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa belakangan ini yang menuntut pembatalan kenaikan BBM.
Hal pertama, tuntutan mereka sangat muluk dan tidak mungkin, yaitu pembatalan kenaikan harga BBM. Kenapa muluk dan tidak mungkin? Muluk karena mereka hanya menuntut tanpa memberi solusi dan tidak mau membayangkan sejenak jika mereka ada di posisi pemerintahan. Kenaikan harga BBM saat ini memang sudah tidak terelakkan. Jika pemerintah tidak menaikkan BBM, selain beban APBN yang meningkat, adalah rentannya peningkatan penyelundupan BBM ke luar negeri karena negeri-negeri tetangga kita sudah menaikkan BBM sehingga BBM kita yang sudah lebih murah menjadi jauh lebih murah lagi dibandingkan harga BBM, misalnya, di Singapura dan Malaysia. Jika kita kilas balik proses kenaikan tersebut, kita bisa melihat bahwa pemerintah sangat sulit membuat keputusan ini karena menyangkut rakyat (dan juga tentunya reputasi politik mereka). Bahkan saking lamanya sampai pemerintah harus didesak oleh para ekonom terlebih dahulu baru akhirnya menaikkan harga BBM.
Dengan keadaan seperti ini, kemudian mahasiswa pendemo memperburuk keadaan dengan demonstrasi menuntut membatalkan kenaikan tanpa ada solusi konkrit dari mereka. Murni 100% tuntutan! Wahai mahasiswa pendemo, pernahkah anda membayangkan bagaimana jika posisinya dibalik anda yang menjadi pemerintah? Tidak sepantasnya mereka menuntut yang tidak-tidak dalam keadaan yang memang serba sulit sekarang ini. Jika mereka ingin berdemo, saya sarankan, jangan minta pembatalan kenaikkan harga BBM, tetapi mintalah pemerintah mempercepat konversi energi ke energi yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan. Indonesia sangat subur dan mampu menumbuhkan banyak tumbuhan tropis yang bisa diolah menjadi pengganti BBM seperti pohon jarak dan tebu. Marilah kita melihat ke Brazil yang menggunakan bioetanol dari tebu sehingga Brazil tidak terpengaruh kenaikan harga BBM. Dengan upaya seperti ini Brazil juga berhasil meratakan pendapatan penduduknya tidak hanya terpusat di kota, karena para petani tebu juga menjadi makmur. Dengan menuntut hal ini, berarti anda telah menyumbang satu solusi untuk pemerintah dan ini sangat membangun.
Lalu, poin kedua yang membuat mereka terlihat sangat idiot adalah aksi anarkis mereka yang tidak bertanggungjawab. Anarki merupakan sebuah tindakan yang sangat bodoh dan irasional. Lihatlah mereka mencoret dan merusak properti umum, seperti pos polisi, gerbang DPR, dan mobil pemerintah, yang semuanya itu dibiayai dari pajak dan juga dari pengurangan subsidi BBM. Bukankah hal ini sangat ironis? Pemerintah diminta untuk ‘peduli’ dengan rakyat tapi pendemo ini mencoreng muka rakyat karena tidak peduli dengan pemerintah dan properti umum yang dibiayai dari uang rakyat. Bayangkan berapa ratus juta, bahkan miliar mungkin, yang harus dikeluarkan pemerintah dari kantong rakyat untuk memperbaiki dan mengganti properti yang dirusak pendemo. Hal ini kah bukti para pendemo ini peduli dengan rakyat? Apa mungkin pemerintah akan peduli dengan rakyat jika yang menuntut tidak peduli dengan rakyat dan pemerintah? Mereka bahkan bertindak dengan sangat pengecut menyalahkan polisi dan pemerintah atas tindakan penangkapa yang terjadi. Mereka bersembunyi di kampus-kampus dan berlindung di balik jaket almamater mereka saat dikejar polisi yang marah karena tersulut emosinya oleh tindak anarkis dan tidak bersahabat mereka.
Apa inti dari posting saya ini? Intinya adalah mari kita membuka mata dan bertindak dengan rasional dan tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri. Marilah kita bersama mencari solusi bukan hanya menuntut. Marilah kita bersama buktikan kita memang peduli dengan negara ini dengan cara yang tidak anarkis. Marilah kita buktikan bahwa mahasiswa belum kehilangan intelektualitasnya. Karena, sebagai seorang mahasiswa saya sangat malu melihat mereka yang berdemo tanpa juntrungan dan hanya mendapat lelah.

8 comments on “ANARKIS = IDIOT

  1. Saya mengatakan:

    Wuah, setuju nih gw… ayo hilangkan anarki di demonstrasi….

  2. orangutanz mengatakan:

    Sebenernya gw ga alergi sama demonstrasi. Hari gini masih dipasung ga boleh ngomong, ireformis *meminjam cara pembentukan kata ala gntong hehehe* gitu loch… Cuma yang gw ga suka adalah caranya. Ini euforia kebablasan dikalangan para demonstran. gw ga bilang cuma mahasiswa, mau basicnya mahasiswa keq, ormas keq, tukang becak keq, aparat kepolisian keq, angkatan bersenjata keq, buruh keq kalo rusuh dan demo dengan cara yang ga pake otak lebih tepat disebut sebagai perusuh dan vandalis. Dan saya dukung untuk ditindak.

    Lagian para demonstran-demonstran dari mahasiswa yang “idealis dan mewakili rakyat” itu ga nyadar apa, kalo mereka sering kali disusupi kepentingan para “non idealis” dan oportunis. Dibanding kebanyakan nongkrong di kantin, ukm / senat nyusun skenario demo sembari nokip n ngebaks mendingan mereka belajar sejarah dan belajar di kampus yg bener.

    Ber-demo lah yang benar. Jangan asal ngikut rusuh dan ngerusak rame2. Terlalu dini berharap dikasi gelar pahlawan buat hal yang tidak krusial dan end up ngerusak sarana publik. Gw ga bayar pajak buat dirusakin.

  3. gntong mengatakan:

    wuah, setuju bgt gw sama orang utanz… yah fitu deh kalo pada bisa ngomong tanpa ada kegiatan konkrit yang membangun…

  4. […] Sebagian masyarakat Indonesia, termasuk sebagian mahasiswa sudah kehilangan kecerdasannya. Hal ini terlihat dari beberapa saat lalu begitu banyak demonstrasi yang anarkis dan tidak demokratis [lihat postingan saya tentang ini di sini]. […]

  5. DK only mengatakan:

    anarkis kan gerakannya si Bakunin?
    Bakunin=Bego?

  6. DK only mengatakan:

    anarkis kan gerakannya si Bakunin?
    Bakunin=idiot???

  7. ko aneh kamu mengatakan:

    loh bos liat dulu arti anarki di kamus besar bahasa indonesia ya! belajar bahasa indonesia yang bener dulu. baru bicara.

  8. gntong mengatakan:

    wah, maaf, saya menggunakan makna anarkis yang umum didengar oleh awam… ya, intinya, penggunaan kekerasan untuk demonstrasi itu sangatlah idiot…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s