Dimana Simpati Rakyat terhadap Demonstrasi?

Sebagian masyarakat Indonesia, termasuk sebagian mahasiswa sudah kehilangan kecerdasannya. Hal ini terlihat dari beberapa saat lalu begitu banyak demonstrasi yang anarkis dan tidak demokratis [lihat postingan saya tentang ini di sini].

Aksi demonstrasi yang terlihat bodoh ini ternyata tidak mendapatkan simpati dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei yang dilakukan oleh KOMPAS yang dilakukan kepada 384 responden. Pertanyaan untuk survey tersebut adalah: “Menurut penilaian anda secara umum, aksi-aksi demonstrasi belakangan ini lebih mendatangkan manfaat atau mudrat?” Hasil survey tersebut diperlihatkan dalam tabel berikut:

Pekerjaan Responden

Manfaat

Mudrat

Tidak Tahu

Pelajar/mahasiswa

16,1%

82,3%

1,6%

Ibu rumah tangga

23,4%

71,4%

5,2%

Tidak bekerja/pensiunan

31,3%

62,5%

6,3%

Karyawan swasta/PNS

16,7%

78,6%

4,8%

Usahawan

25,4%

70,4%

4,2%

Sumber: Barometer Kompas Minggu (6 Juli 2008:15)

Nah, bisa dilihat dari tabel tersebut bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap demonstrasi yang terjadi belakangan ini lebih banyak mudratnya daripada manfaatnya. Tetapi, mengapa masih banyak dari mereka yang ber-anarki-ria yang masih keras kepala mengatakan mereka berjuang untuk rakyat? Bahkan di antaranya ada yang berkata tindak mereka tidak anarkis, mereka terprovokasi pemerintah yang tidak pernah mendengarkan mereka sebelumnya saat mereka berdemonstrasi dengan damai. Yang bisa saya katakan adalah, “Maaf Bung, anda seperti anak kecil ya… Tidak diperhatikan orang tua lantas berulah dengan mengamuk-ngamuk cengeng.”

Sekali lagi, sebagaimana saya katakan dalam posting saya di ANARKIS=IDIOT, marilah anda semua berpikir sebelum berdemonstrasi. Marilah kita bersama duduk mencari solusi sebelum menuntut. Jadikanlah demokrasi ini demokratis, jangan anarkis. Indonesia sudah muak dengan polah sok jagoan rakyatnya.

7 comments on “Dimana Simpati Rakyat terhadap Demonstrasi?

  1. numpang mengatakan:

    Wah, lucu mas, demonstran memang mirip sama anak kecil yang doyan merengek… hehehe

  2. iwanketch mengatakan:

    perjuangan memerlukan pengorbanan… anarkis memang tak baik, tapi sering yang terjadi adalah demonstrasi menjadi anarkis tersebab ada yang terpancing dan akhirnya saling tolak… maka yang sebaiknya adalah maksud baik tak boleh diawali dengan keburukan… karena baik ya baik dan buruk ya memang buruk… tapi apapun yang terjadi, perjalanan demokrasi di Indonesia adalah menarik serta memang kita perlukan untuk menuju kebesaran jiwa sebagai bangsa dalam menyongsong masa depan yang gemilang…

  3. gntong mengatakan:

    perjuangan memerlukan pengorbanan… anarkis memang tak baik, tapi sering yang terjadi adalah demonstrasi menjadi anarkis tersebab ada yang terpancing dan akhirnya saling tolak… maka yang sebaiknya adalah maksud baik tak boleh diawali dengan keburukan… karena baik ya baik dan buruk ya memang buruk… tapi apapun yang terjadi, perjalanan demokrasi di Indonesia adalah menarik serta memang kita perlukan untuk menuju kebesaran jiwa sebagai bangsa dalam menyongsong masa depan yang gemilang…

    Iy, mas Iwan. Ini memang proses demokrasi yang sangat menarik. Dan semoga nantinya demokrasi di Indonesia jadi semakin baik.

  4. numpang mengatakan:

    Wah, kapan ya demokrasi bisa berjalan di Indonesia ini…

  5. aRuL mengatakan:

    iyah saya juga tidak setuju dengan aksi yang anarkis.
    sayalebih setuju dengan aksi yang bermakna dan realistis, kalopun harus turun jalan, aksi yang harus dilakukan adalah aksi teatrikal (maksudnya sindiran) misal ketika suatu aksi di surabaya, melakukan shalat jenasah karena pemerintah sudah dianggap mati.
    itu lebih menyentuh, dan tidak mengganggu serta tidakanarkis.

  6. tapibukanaku mengatakan:

    hehehehe…..

  7. gntong mengatakan:

    Iya, mending pakai aksi teatrikal. Biar pemerintah juga belajar apresiasi seni dari situ…hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s