Cacar, Puasa, FPI

Sejak puasa hari ke dua, saya terkena cacar air. Oleh karena itu, terpaksa saya harus membatalkan puasa atas saran dokter karena obat yang saya minum harus lima kali sehari dan teratur setiap empat jam. Saat itu saya berobat ke dokter di klinik di kampus saya, UI. Karena obat yang saya minum harus setelah makan, maka saya segera mencari makan. Tetapi, ternyata kantin terdekat (kantin FKM)tutup. Kemudian, saya mencari makanan di FASILKOM, ternyata kantinnya juga tutup. Akhirnya saya ke FIB, dan untungnya kantin FIB buka sehingga saya bisa makan siang dan minum obat. Dari pengalaman saya ini, saya teringat dengan penutupan paksa warung-warung makan yang buka siang hari di beberapa tempat. Dalam kepala saya, saya berkata “Ternyata, sangat banyak orang picik dan egois yang mengatasnamakan agama yang saya hormati”. Orang-orang picik itu adalah mereka yang merusak dan merazia tempat makan yang buka saat puasa.

Mengapa saya katakan begitu? Pertama karena mereka adalah orang yang tidak berpikir (padahal di Al-Quran dinyatakan umat yang dicintai Allah adalah mereka yang berpikir). Mereka tidak berpikir bahwa banyak juga orang yang tidak berpuasa, baik orang Islam dan yang non-Islam, yang butuh makan di siang hari. Bayangkan orang-orang yang sakit yang harus makan sebelum minum obat, apakah mereka bisa menahan sakitnya? Atau, bayangkan orang-orang non-Islam yang tidak berpuasa, apakah mereka harus ikut berpuasa karena mereka minoritas? Saya sendiri mengalami, bagaimana saya sangat berterima kasih ke kantin FIB yang masih buka walaupun sedang bulan puasa. Karena, jika tidak buka, saya tidak mungkin minum obat.

Kedua, mereka adalah karena mereka seakan-akan membawa aspirasi orang Islam se-Indonesia, padahal itu hanya pendapat mereka sendiri. Saya tidak merasa terwakili oleh mereka. Menurut saya mereka adalah sekelompok orang anarkis. Mereka berkata bahwa warung makan-warung makan yang buka tidak menghormati orang berpuasa. Tapi apakah benar? Menurut saya dengan memberikan tirai, mereka sudah cukup menghormati. Jika ada orang berpuasa yang masih membatalkan puasa karena tergoda, itu salah mereka sendiri yang imannya kurang kuat. Jadi, itu bukan salah warung-warung yang buka. Benar kan?

Jadi, sekali lagi, saya nyatakan bahwa mereka yang merazia dan menutup paksa warung makan yang buka di bulan puasa sebagai orang Islam yang bodoh karena mereka picik, beranggapan warung makan tersebut menjadi penyebab orang tidak berpuasa. Kedua, karena mereka egois tidak memikirkan orang-orang yang memang tidak diwajibkan berpuasa. Bagaimana meurut anda?

One comment on “Cacar, Puasa, FPI

  1. ocha mengatakan:

    saya setuju sekali dengan pendapat anda. maaf saya bukan muslim tetapi setiap bulan puasa saya “terpaksa berpuasa” karena pandangan orang disekitar.saya bukan tidak menghormati orang yang berpuasa tetapi tuntutan pekerjaan saya membuat saya harus mobile dan menghabiskan waktu di jalan (berkeliling jakarta naik kendaraan umun dan terkadang membawa barang2), sayangnya saya tidak bisa minum atau makan sembarangan, sembunyi2 pun saya “dihakimi” oleh pandangan mata orang2 yang sengaja mencari-cari kesalahan, akhirnya saya ikut “puasa” dan hasilnya pencernaan saya terganggu (karena perut saya tidak boleh kosong sama sekali, maksimal setiap 4 jam harus diisi). saya salut terhadap anda. seandainya citra Islam yang seperti pandangan anda, saya yakin umat beragama lain tidak akan merasa minoritas karena adanya saling toleransi terutama dari agama mayoritas.
    terkadang saya bingung dengan ormas Islam yang mengintimidasi dengan alasan agama, padahal menurut saya masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan, misalnya pelestarian lingkungan (gerakan mendaur ulang dan kembali ke alam). tapi yah orang tidak bisa ditebak… tapi sekali lagi..saya salut..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s